Masih. Namun, website yang isinya hanya mengulang informasi umum mulai kehilangan alasan untuk dikunjungi.
Google kini dapat menampilkan rangkuman buatan AI di atas hasil pencarian biasa melalui AI Overviews. Pengguna bertanya, sistem menyusun jawaban, lalu pencarian bisa selesai sebelum satu pun website dibuka.
Bagi pemilik bisnis, situasinya mirip memiliki toko di jalan yang ramai sementara sampel gratis dibagikan di trotoar. Pertanyaannya bukan lagi hanya, “Apakah orang melihat kita?” Pertanyaannya: setelah mendapatkan jawaban, apakah mereka masih punya alasan untuk masuk?
📉 Ada rangkuman AI, klik ke website hampir terpotong separuh
Pew Research Center menganalisis 68.879 pencarian Google dari panel 900 orang dewasa di Amerika Serikat selama Maret 2025. Sekitar satu dari lima pencarian dalam studi tersebut menampilkan rangkuman AI.
- Saat rangkuman AI muncul, pengguna mengeklik hasil pencarian biasa dalam 8% kunjungan.
- Tanpa rangkuman AI, angka klik mencapai 15%.
- Tautan di dalam rangkuman AI hanya diklik dalam 1% kunjungan.
- Pengguna mengakhiri sesi browsing setelah 26% halaman dengan rangkuman AI, dibandingkan 16% pada halaman yang hanya berisi hasil pencarian biasa.
Sederhananya, ketika jawaban sudah tersedia di depan mata, lebih sedikit orang merasa perlu membuka sumbernya.
Angka tersebut berasal dari panel pengguna AS pada periode tertentu. Karena itu, hasilnya tidak boleh dianggap sebagai ramalan universal untuk semua negara, industri, atau jenis pencarian. Namun, arahnya sulit diabaikan: perhatian bisa tetap berada di mesin pencari sementara lebih sedikit kunjungan mencapai website di balik jawaban tersebut.
😵 SEO belum mati, tetapi konten generik mulai kehabisan napas
Kabar baiknya: AI tetap membutuhkan sumber.
Dalam panduan resmi fitur AI generatif, Google menjelaskan bahwa pengalaman ini masih menggunakan sistem pencarian inti untuk menemukan halaman yang relevan dan terkini. Halaman tersebut membantu mendasari jawaban dan dapat muncul sebagai tautan pendukung.
AI tidak menghapus kebutuhan terhadap website. AI menaikkan standar website yang layak dijadikan sumber.
Tidak ada tombol rahasia bernama “Masukkan website saya ke AI”. Google juga menyatakan tidak ada markup Schema.org khusus yang diwajibkan untuk AI Search. Fondasinya tetap familiar: halaman dapat dirayapi dan diindeks, konten utama mudah diakses, pengalaman halaman baik di berbagai perangkat, serta informasinya bermanfaat, dapat dipercaya, dan dibuat untuk manusia.
Menambahkan kata “AI” sebanyak 37 kali ke landing page juga bukan strategi. Robot boleh pintar, tetapi bukan berarti ia suka dipanggil terus-menerus.


🧱 Website harus memberi orang alasan untuk berkunjung
Bayangkan sebuah website klinik yang hanya menulis:
“Kami memberikan pelayanan terbaik dengan tenaga profesional dan fasilitas modern.”
Kalimatnya aman. Masalahnya, ratusan klinik lain bisa menggunakannya tanpa mengubah satu kata pun. AI dapat merangkumnya tanpa kehilangan banyak informasi—karena sejak awal memang belum banyak informasi yang diberikan.
Website klinik yang lebih berguna menjawab pertanyaan yang benar-benar menentukan keputusan:
- Praktisi apa yang tersedia dan kapan jadwalnya?
- Layanan apa yang bisa dipesan?
- Berapa kisaran biaya atau bagaimana meminta estimasi?
- Apa yang perlu disiapkan sebelum datang?
- Bagaimana alur dari registrasi sampai konsultasi selesai?
- Batasan, kebijakan, atau persyaratan apa yang perlu dipahami lebih dahulu?
Prinsip yang sama berlaku untuk studio, restoran, konsultan, kontraktor, salon, dan bisnis jasa lainnya. Semakin konkret informasinya, semakin sulit halaman tersebut digantikan oleh rangkuman generik.
🧲 Traffic lebih sedikit belum tentu lebih buruk
Tidak semua kunjungan memiliki nilai yang sama.
Orang yang mencari “apa itu landing page?” mungkin berhenti di jawaban AI. Namun, orang yang membandingkan paket, memeriksa portofolio, memahami proses kerja, mengecek ketersediaan, atau meminta proposal tetap membutuhkan tempat tujuan.
Di sinilah fungsi website bisnis bergeser:
- dari gudang artikel menjadi sumber yang layak dikutip;
- dari brosur digital menjadi alat verifikasi kepercayaan;
- dari halaman informasi menjadi jalur menuju tindakan;
- dari mengejar semua traffic menjadi penyaring calon pelanggan yang tepat.
Cloudflare juga mencatat ketimpangan besar antara aktivitas crawling dan referral dari sejumlah platform AI. Untuk periode 19–26 Juni 2025, Cloudflare melaporkan rasio crawl-to-referral Anthropic sekitar 70.900:1.
Cloudflare memberi catatan penting: referral dari aplikasi native mungkin tidak membawa header rujukan sehingga rasio tersebut bisa terlihat terlalu tinggi. Meski begitu, pelajaran operasionalnya tetap jelas: mesin dapat mengonsumsi banyak konten tanpa mengirim jumlah pengunjung yang sebanding.
Karena itu, website tidak boleh berhenti pada “bisa dibaca AI”. Website harus memberi manusia alasan untuk datang, percaya, lalu bertindak.
🛠️ Tiga langkah yang bisa dilakukan bisnis sekarang
1. Terbitkan hal yang hanya bisnis Anda ketahui
Gunakan pengalaman langsung, studi kasus, pertanyaan pelanggan, proses kerja, perbandingan nyata, data sendiri, serta alasan di balik sebuah keputusan. Jangan menerbitkan versi ke-47 dari artikel yang sudah tersedia di mana-mana lalu berharap AI menganggapnya sebagai penemuan baru.
2. Bangun halaman yang membantu orang mengambil keputusan
Setelah menjelaskan masalah, sediakan langkah berikutnya: melihat paket, memeriksa pekerjaan relevan, memahami proses, menghitung kebutuhan, membuat reservasi, meminta estimasi, atau menghubungi orang yang tepat.
Informasi tanpa jalur tindakan hanya membuat calon pelanggan berkata, “Oke… terus?”
3. Rapikan fondasi teknis
Halaman harus cepat dibuka, nyaman di ponsel, dapat dirayapi dan diindeks, memiliki susunan informasi yang jelas, serta memudahkan orang menemukan detail penting. Pengunjung seharusnya tidak perlu bermain petak umpet hanya untuk menemukan harga, ketersediaan, atau tombol kontak.
🔑 Key Takeaway
AI Search tidak membuat website bisnis kehilangan fungsi. Ia membuat website generik semakin mudah dilewati.
Jika sebuah halaman hanya menjawab pertanyaan umum, AI mungkin dapat merangkumnya tanpa mengirim banyak kunjungan. Namun, AI tidak dapat menggantikan portofolio asli, proses kerja yang transparan, bukti pengalaman, detail layanan, ketersediaan, harga, atau jalur transaksi milik bisnis.
Target baru website bukan sekadar mengumpulkan klik sebanyak-banyaknya. Targetnya adalah menjadi sumber yang dipercaya mesin, tujuan yang dipilih manusia, dan sistem yang mengubah perhatian menjadi tindakan.


