Microsoft Baru Saja Menyalakan AI Max untuk Semua Akun Iklan Pencarian di Seluruh Dunia: Yang Perlu Diketahui UMKM Minggu Ini
Microsoft Advertising meluncurkan AI Max secara global pada 19 Agustus 2026, mengubah cara iklan Bing dan Copilot dicocokkan dengan pencarian percakapan. Ini yang benar-benar berubah dan yang perlu diperiksa UMKM lebih dulu.

Microsoft Advertising menyalakan AI Max untuk seluruh kampanye Search di semua akun secara global pada 19 Agustus 2026. Peluncuran ini menutup masa uji coba bertahap yang dimulai dengan open pilot pada Mei, dan mengubah cara iklan di Bing serta Copilot dicocokkan dengan apa yang benar-benar diketik orang — termasuk kalimat panjang yang diketik ke jendela chat, bukan sekadar daftar kata kunci pendek.
Bagi UMKM yang menjalankan kampanye Bing sendiri atau mengimpor kampanye dari Google Ads, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. AI Max memindahkan logika lelang iklan dari daftar kata kunci tetap menuju sistem yang membaca halaman landing, iklan yang sudah ada, dan sinyal niat pembeli untuk memutuskan pencarian mana yang layak dikejar sebuah iklan. Pergeseran ini terjadi bersamaan dengan dorongan Microsoft yang semakin kuat menjadikan Copilot sebagai kanal belanja, sehingga halaman produk yang berantakan atau salinan iklan yang kabur kini punya jalur langsung ke keputusan sistem AI: apakah bisnis itu ditampilkan sama sekali atau tidak.
🔍 Apa yang Sebenarnya Diaktifkan Microsoft
Navah Hopkins, Ads Liaison Microsoft, mengumumkan peluncuran global ini lewat LinkedIn, bukan melalui blog resmi perusahaan. "AI Max is here! Microsoft Advertising has officially started rolling out AI Max to all accounts globally," tulisnya, menambahkan bahwa timnya "could not be more excited to bring you the best of AI innovation in Search campaigns."
Fitur ini membundel tiga pengaturan di balik satu tombol utama pada konfigurasi kampanye Search:
- Search term matching memperluas kueri yang bisa dimenangkan sebuah kampanye, melampaui daftar kata kunci pengiklan, dengan menarik data dari kata kunci, salinan iklan, halaman landing, serta sinyal niat dan konteks untuk memunculkan pencarian yang sebelumnya tidak terjangkau akun tersebut.
- Text customization memungkinkan AI Microsoft menghasilkan dan menguji variasi salinan iklan tambahan dari aset dan konten situs bisnis yang sudah ada, lalu memilih kombinasi berkinerja terbaik saat lelang berlangsung.
- Final URL expansion dapat mengalihkan klik dari halaman landing yang ditetapkan dalam iklan menuju halaman lain di situs yang dinilai sistem lebih cocok dengan niat pencari, ketika sistem memprediksi pengalihan itu akan meningkatkan performa.
Hopkins mengaitkan fitur search term matching secara khusus dengan pencarian percakapan: "helping you appear on and convert more complex conversational queries — especially ones in AI experiences on Bing and Copilot." Detail ini penting karena daftar kata kunci dibangun untuk kueri pendek dan leksikal, bukan untuk prompt sepanjang kalimat yang kini diketik orang ke antarmuka chat.
📊 Dua Bulan Persiapan di Balik Peluncuran
Fitur ini bukan kejutan mendadak. Microsoft pertama kali menyinggung AI Max dalam posting blog 21 April 2026 tentang periklanan era Copilot, lalu mengonfirmasi pada 17 Juni bahwa versi kampanye Search akan masuk open pilot dalam sebulan. Pada akhir Juli, Microsoft diam-diam memperbarui dokumentasi bantuannya untuk mengonfirmasi bahwa Predictive Matching — opsi penargetan tanpa kata kunci yang lebih lama — akan dilebur ke dalam pengaturan Search term matching baru di dalam AI Max. Pemberitahuan itu tidak menyertakan tanggal efektif dan menyebut pengiklan tidak perlu melakukan tindakan apa pun saat itu.
Ketersediaan global tiba kira-kira dua bulan setelah pengumuman pilot Juni, memberi pengiklan tujuan konkret untuk perubahan yang sebenarnya sudah disinyalkan bertahap sejak musim semi.

🛡️ Kontrol Merek Hadir Sejak Hari Pertama, Bukan Setelah Ada Keluhan
Keputusan desain paling menonjol ada pada urutan perilisan. Menurut Hopkins, "We heard you that brand controls and reporting are critical to trusting AI as a partner in campaign management, which is why brand controls (including term exclusions for text asset generation), reporting, and choice are present from day one."
Panel pengaturan kampanye Search mendukung pernyataan itu dengan bagian Brand controls khusus, terbagi menjadi dua mekanisme:
- Brand exclusions mencegah iklan tampil pada kueri pencarian yang menyebut nama merek tertentu, dikelola lewat daftar merek yang dibatasi maksimal 20 daftar per kampanye. Batasan ini berlaku pada jumlah daftar, bukan pada jumlah istilah merek yang bisa ditampung tiap daftar.
- Brand inclusions bekerja sebaliknya, menentukan kueri bermerek mana yang boleh dikejar sebuah kampanye, bukan dihindari.
Microsoft sebenarnya sudah pernah menawarkan brand exclusions sebelumnya; mekanisme ini pertama kali muncul sebagai fitur pilot di kampanye Performance Max pada Oktober 2024. Melebur fitur itu ke AI Max sejak peluncuran, alih-alih menambahkannya berbulan-bulan kemudian setelah pengiklan protes, menunjukkan Microsoft belajar dari cara produk iklan otomatis pesaing menuai kritik karena dianggap merampas kendali pengiklan.
Ada satu detail struktural yang membedakan implementasi Microsoft dari pesaingnya: Microsoft mengonfirmasi pada Desember 2025 bahwa kata kunci exact match tetap memegang prioritas lelang mutlak di atas semua jenis kampanye lain yang bersaing untuk penempatan yang sama. Perluasan AI Max di dalam sebuah akun Microsoft karena itu tetap berada di belakang kata kunci exact match yang juga memenuhi syarat untuk pencarian yang sama, sehingga ada batas seberapa jauh otomasi ini bisa merambah kampanye yang dibangun ketat dan sengaja dipersempit.
📱 Kampanye Lama Tidak Mulai dari Nol
Pengiklan yang sudah menjalankan Predictive Matching atau aset teks otomatis untuk kampanye Search akan melihat pengaturan AI Max yang setara otomatis menyala, karena fitur-fitur lama itu pada dasarnya "pindah rumah" ke kerangka baru. Tidak ada fitur AI Max lain yang aktif tanpa opt-in eksplisit — pengaturan search term matching dan final URL expansion tetap mati sampai pengiklan menyalakannya sendiri.
Kampanye yang diimpor dari Google Ads mewarisi konfigurasi AI Max-nya bila kompatibel: jika kampanye Search Google yang diimpor sudah memiliki fitur AI Max yang cocok, Microsoft Advertising menyalakan pengaturan setara setelah impor. Ada satu pengecualian. Jika kampanye AI Max yang diimpor awalnya adalah kampanye Dynamic Search Ads yang di-upgrade ke AI Max di sisi Google, Microsoft mengembalikannya menjadi kampanye DSA biasa di platformnya sendiri sambil terus membangun fungsi setara — solusi sementara yang terkait dengan fakta bahwa Microsoft belum mengumumkan tanggal pensiun untuk kampanye DSA, berbeda dari Google yang sudah punya tanggal pastinya.
💬 Mengapa Ini Berbeda dari Update Iklan Biasa
Kutipan itu menangkap logika strategis di balik waktu peluncuran ini. Microsoft sudah dua tahun membangun argumen bahwa penempatan iklan di Copilot mengungguli iklan pencarian konvensional: riset internal yang dipublikasikan perusahaan pada Agustus 2025 menemukan penempatan iklan Copilot menghasilkan rasio klik-tayang 73% lebih tinggi dan rasio konversi 16% lebih kuat dibanding penempatan pencarian tradisional, dengan perjalanan pelanggan yang terukur sekitar sepertiga lebih pendek. Daftar kata kunci, yang disetel untuk pencocokan leksikal frasa persis, memang tidak bisa dipetakan rapi ke kalimat yang diketik pengguna ke jendela chat. Search term matching adalah upaya Microsoft membangun jembatan itu tanpa memaksa setiap pengiklan membangun ulang strategi kata kunci dari nol.
Perusahaan membingkai ini dalam kerangka yang mereka sebut "tiga era web" — web manusia tempat orang mencari dan membandingkan secara manual, web LLM tempat AI mempersempit pilihan sementara manusia masih memutuskan, dan web agentik yang mulai muncul tempat agen AI mencari, mengevaluasi, dan menyelesaikan pembelian atas nama seseorang. Angka Microsoft sendiri menyebut lalu lintas otomatis non-manusia tumbuh sekitar delapan kali lebih cepat dibanding lalu lintas manusia, dengan sesi menjelajah berbasis AI hampir bertiga lipat sepanjang 2025 dan lalu lintas browser agentik naik dengan faktor yang dibulatkan Microsoft menjadi sekitar 8.000% dari tahun ke tahun. Angka-angka ini berasal dari analisis internal Microsoft sendiri dan sebaiknya dibaca sebagai bingkai vendor terhadap kategori produknya sendiri, bukan sebagai patokan industri yang diaudit independen.

⚠️ Bagian yang Belum Sepenuhnya Didokumentasikan Microsoft
Final URL expansion membawa risiko lanjutan yang belum dijelaskan Microsoft sejelas kontrol merek. Di sisi Google Ads untuk fitur setara, template pelacakan statis yang tidak menyertakan tag pengalihan yang benar terdokumentasi mengarahkan pengunjung ke tujuan pelacakan itu sendiri alih-alih halaman yang dimaksud, menghasilkan tautan rusak dan error 404 ketika struktur URL tidak sesuai dengan yang diharapkan otomasi. Microsoft belum mempublikasikan peringatan teknis setara untuk fitur final URL expansion miliknya sendiri, sehingga pemilik situs perlu menguji pengaturan ini dengan hati-hati alih-alih berasumsi perilakunya identik dengan versi pesaing.
Pelaporan adalah pertanyaan terbuka lain. Pengumuman Hopkins menyebut pelaporan sudah tersedia sejak hari pertama, dan pengumuman pilot Juni Microsoft sebelumnya menjanjikan laporan dari kueri pencarian ke halaman landing yang menunjukkan jalur lengkap dari pencarian ke halaman tujuan dalam satu tampilan. Tangkapan layar panel pengaturan yang beredar setelah peluncuran tidak menunjukkan permukaan pelaporan itu di dalam layar konfigurasi kampanye itu sendiri, dan Microsoft belum mempublikasikan catatan terpisah yang merinci laporan mana yang sudah dirilis bersama peluncuran global versus yang masih dalam proses.
🧩 Bagaimana Ini Dibandingkan dengan AI Max Milik Google

Microsoft tidak membangun fitur ini dalam ruang hampa. Google sudah lebih dulu menjalankan versi pencocokan pencarian otomatis tanpa kata kunci di bawah nama AI Max yang serupa, dan perbandingan ini penting karena sebagian besar UMKM menjalankan kampanye di kedua platform sekaligus, sering lewat agensi yang sama atau pemasar internal yang mengelola dua dashboard bersamaan.
Kedua platform berbeda pada satu detail yang mengubah seberapa hati-hati seorang pengiklan perlu menyikapi peluncuran ini. Di sisi Google, PPC Land mendokumentasikan bahwa aset yang dibuat otomatis dan kampanye broad match tingkat kampanye akan dikonversi ke AI Max mulai 1 September 2026 — tenggat migrasi paksa yang memberi pengiklan batas waktu tegas untuk meninjau pengaturan sebelum sistem berubah dengan sendirinya. Microsoft mengambil pendekatan sebaliknya: AI Max tetap sepenuhnya opt-in untuk dua kemampuan yang lebih baru, tanpa tanggal yang diumumkan kapan akun yang tidak berpartisipasi akan dialihkan secara otomatis. Perbedaan ini bukan sekadar kosmetik. Bisnis yang mengabaikan sisi Google berisiko menghadapi perubahan tak terencana pada perilaku kampanyenya di tanggal tetap; bisnis yang mengabaikan sisi Microsoft cukup melanjutkan pengaturan yang sudah berjalan sampai memutuskan sendiri untuk mengubahnya.
Perilaku impor antara kedua platform memperumit hal ini. Ketika kampanye Search Google Ads dengan pengaturan AI Max aktif diimpor ke Microsoft Advertising, Microsoft membawa pengaturan itu secara otomatis — artinya sebuah agensi yang mengelola kedua platform tidak bisa berasumsi bahwa akun Microsoft berperilaku identik dengan konfigurasi sebelum impor. Kampanye yang awalnya berupa kampanye Search biasa di Google tetapi kemudian di-upgrade menjadi Dynamic Search Ads lalu dibungkus AI Max mengikuti jalur yang lebih spesifik lagi: Microsoft mengembalikannya menjadi kampanye DSA standar di platformnya sendiri alih-alih mempertahankan pembungkus AI Max, keputusan yang terkait langsung dengan fakta bahwa Microsoft, tidak seperti Google, belum menetapkan tanggal pensiun untuk kampanye DSA.
Bagi UMKM, pelajaran praktisnya adalah jangan memperlakukan "AI Max" sebagai satu fitur yang berperilaku sama di mana pun ia muncul. Ini adalah nama merek yang dipakai dua platform pesaing untuk keluarga pengaturan otomasi yang terkait tetapi berbeda, masing-masing dengan aturan opt-in, jadwal migrasi, dan mode kegagalannya sendiri. Agensi atau pemasar internal yang menjalankan kedua platform perlu memeriksa masing-masing dashboard secara terpisah, bukan berasumsi bahwa pengaturan yang ditinjau di satu layanan menceritakan keseluruhan kisah tentang layanan yang lain.
📈 Apa Arti Pergeseran Pencarian Berbasis AI yang Lebih Luas di Sekitar Peluncuran Ini
Peluncuran AI Max tidak terjadi dalam ruang hampa berita, dan menempatkannya di tengah aktivitas industri pencarian pada minggu-minggu sekitarnya berguna untuk memahami mengapa Microsoft bergerak pada waktu ini. Pada periode yang sama, Google menyelesaikan peluncuran global pembaruan spam Agustus 2026 miliknya, menyesuaikan pelaporan Search Console-nya untuk mencakup data performa Instagram, TikTok, X, dan YouTube, serta mendorong tombol "Preferred Sources" yang memungkinkan pembaca memilih penerbit tertentu berdasarkan nama di dalam Google News dan Discover. Search Engine Land dan Search Engine Roundtable sama-sama mencatat lonjakan volatilitas peringkat di awal Agustus yang terdeteksi beberapa pelacak independen, tetapi tidak pernah dikonfirmasi sebagai pembaruan resmi oleh dashboard status Google sendiri — pengingat bahwa tidak semua guncangan peringkat yang terlihat berasal dari perubahan algoritma bernama, dan bisnis sebaiknya berhati-hati sebelum menghubungkan penurunan traffic jangka pendek dengan satu berita utama saja.
Dilihat dari latar belakang itu, waktu peluncuran Microsoft tampak lebih seperti upaya perusahaan mengklaim wilayah dalam pencarian percakapan dan agentik sebelum tooling setara milik Google menjadi titik pembanding baku yang dirujuk setiap pengiklan. Kedua perusahaan sama-sama berlomba membuat kampanye Search bisa "dibaca" sistem yang semakin sering menjawab pertanyaan pengguna secara langsung, bukan menyerahkan halaman berisi tautan biru, dan keduanya bertaruh bahwa pengiklan yang lebih dulu menyesuaikan situs dan kampanyenya akan mempertahankan lebih banyak traffic yang dulu mengalir lewat listing organik dan berbayar tradisional.
Tak satu pun dari ini mengubah saran operasional bagi UMKM, tetapi ini menjelaskan mengapa "AI Max sudah aktif" layak mendapat perhatian pemilik bisnis minggu ini, bukan sekadar diarsipkan sebagai urusan rutin platform. Platform iklan jarang mengumumkan langkah defensif secara langsung; pengumuman selalu terdengar seperti peluncuran fitur. Pembacaan strategisnya berada di bawah siaran pers itu.
⚙️ Daftar Periksa Praktis untuk Minggu Pertama
UMKM yang menjalankan iklan berbayar lewat Microsoft Advertising, baik langsung maupun lewat agensi, menghadapi tiga keputusan praktis minggu ini, bukan sekadar perubahan kebijakan yang jauh.
Pertama, pengaturan ini bersifat opt-in untuk dua kemampuan yang lebih baru, jadi tidak ada yang berubah otomatis bagi siapa pun yang tidak secara eksplisit menyalakan search term matching atau final URL expansion. Pengiklan yang sudah memakai Predictive Matching atau aset teks otomatis akan melihat pengaturan spesifik itu sudah menyala, karena fitur lama tersebut bermigrasi ke tombol baru.
Kedua, kualitas halaman landing situs sendiri kini langsung memberi makan sistem pencocokan otomatis, bukan hanya memengaruhi riset kata kunci manual seorang pembeli media manusia. Halaman landing dengan salinan kabur, detail produk yang hilang, atau sinyal niat yang tidak jelas memberi lebih sedikit bahan bagi sistem AI Max saat memutuskan kueri tambahan mana yang dikejar dan halaman mana yang dituju sebuah klik. Ini dinamika yang sama yang sudah didorong mesin pencari dan sistem jawaban AI sepanjang tahun: konten yang terstruktur, spesifik, dan mudah dibaca mesin mendapat lebih banyak perhatian otomatis dibanding halaman generik yang dibangun terutama agar dibaca sekilas oleh manusia.
Ketiga, alat keamanan merek kini tersedia sejak hari pertama — ini layak segera dimanfaatkan, bukan dianggap opsional. Bisnis dengan nama khas, lini produk dengan istilah yang mudah dikenali, atau reputasi yang perlu dijaga sebaiknya menyiapkan daftar brand exclusion dan inclusion sebelum menyalakan pengaturan pencocokan yang lebih luas, bukan setelah menemukan hasil yang tidak diinginkan.

🔑 Poin-Poin Penting
- Microsoft Advertising meluncurkan AI Max ke semua akun secara global pada 19 Agustus 2026, setelah pengumuman April dan masa pilot Mei hingga Agustus.
- Fitur ini membundel tiga pengaturan: search term matching, text customization, dan final URL expansion, di balik satu tombol utama pada pengaturan kampanye Search.
- Kontrol brand exclusion dan inclusion, dibatasi 20 daftar per kampanye, sudah tersedia sejak peluncuran, bukan ditambahkan belakangan.
- Kata kunci exact match tetap memegang prioritas lelang mutlak di atas perluasan AI Max mana pun yang bersaing untuk penempatan yang sama.
- Predictive Matching dan aset teks otomatis otomatis bermigrasi ke pengaturan AI Max yang setara; fitur yang lebih baru tetap opt-in.
- Peringatan teknis final URL expansion dan detail pelaporan lengkap masih kurang terdokumentasi dibanding kontrol merek yang ditonjolkan Microsoft saat peluncuran.
🏁 Penutup Praktis
Peluncuran ini tidak mengharuskan perombakan akun secara mendadak. Yang dibutuhkan adalah memperlakukan konten situs sebuah bisnis sendiri — halaman landing, deskripsi produk, salinan iklan — sebagai bahan mentah yang akan dipakai sistem AI untuk memutuskan jangkauan dan relevansi, bukan sebagai renungan di belakang daftar kata kunci yang dibangun manual. Situs yang sudah terbaca jelas bagi pelanggan manusia punya keunggulan awal; situs yang dibangun terutama agar mesin pencari memberi peringkat, bukan agar dibaca manusia, tidak akan diterjemahkan sebaik itu ke sistem yang mengoptimalkan kueri percakapan. Bisnis yang paling cepat diuntungkan dari AI Max kemungkinan adalah yang sudah menghabiskan setahun terakhir membuat situsnya spesifik dan mudah dibaca mesin, bukan yang menunggu update platform berikutnya untuk menambal kesenjangan struktural pada kehadiran web mereka.
Bagi pemilik bisnis yang belum pernah menyentuh Microsoft Advertising dan hanya menjalankan kampanye di Google atau Meta, peluncuran ini tetap layak dicatat karena alasan lain: ini adalah pratinjau ke mana arah semua platform iklan bergerak. Daftar kata kunci, penyesuaian bid manual, dan halaman landing statis dibangun untuk satu dekade ketika manusia mengetik frasa pendek dan menggulir halaman hasil. Tiga platform yang menampung belanja iklan UMKM terbesar saat ini — Google, Meta, dan Microsoft — masing-masing konvergen ke gagasan yang sama dari sudut berbeda: baca situsnya, baca niatnya, dan biarkan model memutuskan pencocokan secara real-time. Bisnis yang memperlakukan situsnya sendiri sebagai sumber kebenaran yang terorganisir, spesifik, dan mudah dibaca sedang mempersiapkan diri untuk ketiga platform sekaligus, bukan hanya platform yang kebetulan merilis fitur utama minggu ini.
Perspektif ini juga berlaku untuk bisnis yang belum pernah menjalankan iklan berbayar sama sekali. Konten situs yang jelas, halaman produk yang lengkap, dan deskripsi yang spesifik bukan hanya modal untuk SEO organik atau iklan berbayar, melainkan modal yang sama untuk muncul di jawaban asisten AI seperti Copilot, ChatGPT, atau Gemini ketika seseorang bertanya soal produk atau jasa yang ditawarkan bisnis tersebut. Investasi memperbaiki tulisan di situs sendiri, memastikan setiap halaman menjawab satu pertanyaan calon pelanggan dengan jelas, dan memperbarui informasi harga atau ketersediaan secara rutin akan tetap bermanfaat terlepas dari platform iklan mana yang dipakai atau bahkan jika sebuah bisnis memilih tidak beriklan berbayar sama sekali tahun ini.
Titik awal paling murah untuk memulai bukanlah menyalakan semua pengaturan otomasi sekaligus, melainkan meluangkan satu jam untuk membaca ulang halaman produk paling laris di situs sendiri seperti orang asing yang belum pernah mendengar nama bisnis itu. Pertanyaan sederhana seperti apa yang dijual, berapa harganya, di mana lokasinya, dan bagaimana cara memesan sering kali belum terjawab jelas di halaman yang selama ini dianggap sudah cukup baik.
Sumber: Search Engine Roundtable (20 Agustus 2026); Search Engine Journal (19 Agustus 2026); Search Engine Land; PPC Land (Agustus 2026); blog resmi Microsoft Advertising, "Win Across All Three Eras of the Web" (April 2026); posting LinkedIn Navah Hopkins, Ads Liaison Microsoft (19 Agustus 2026).

