21 Agustus 2026Eline Tiva

Amerika Serikat Baru Saja Menyalip Indonesia Sebagai Pasar Terbesar TikTok Shop: Apa Artinya bagi Penjual UMKM Lokal

TikTok Shop memindahkan barang senilai US$50,3 miliar secara global pada semester I 2026, naik 92% dari tahun ke tahun, menurut laporan gabungan Momentum Works dan Tabcut yang dirilis pertengahan Agustus. Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat menyalip Indonesia sebagai pasar terbesar tunggal platform ini, dengan GMV AS hampir dua kali lipat menjadi US$11,8 miliar. Indonesia tetap menjadi pasar terbesar TikTok Shop di Asia Tenggara, dan penjual lokal di sana baru saja mencatat rekor penjualan sendiri lewat program Beli Lokal. Berikut yang benar-benar berubah, dan yang tidak berubah, bagi UMKM Indonesia yang berjualan lewat aplikasi ini.

Ilustrasi flat vector peta dunia stilistik dengan dua ikon toko online bercahaya di atas siluet Amerika dan Asia Tenggara yang dihubungkan garis data, melambangkan pergeseran pasar e-commerce global

TikTok Shop memindahkan barang senilai US$50,3 miliar secara global dalam enam bulan pertama 2026, melonjak 92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di balik angka besar itu tersembunyi sebuah pergeseran peringkat yang belum pernah terjadi sejak divisi e-commerce platform ini diluncurkan: Amerika Serikat melampaui Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok Shop di dunia berdasarkan nilai transaksi. GMV (gross merchandise value) Amerika Serikat hampir dua kali lipat, naik dari US$5,8 miliar di semester I 2025 menjadi US$11,8 miliar di semester I 2026, menurut riset gabungan Momentum Works dan Tabcut yang dirilis pertengahan Agustus.

Bagi pemilik toko Indonesia yang selama dua tahun terakhir membangun basis pelanggan lewat live selling dan video pendek, judul berita seperti ini bisa terasa seperti kabar buruk. Sebenarnya tidak, setidaknya tidak secara langsung. Indonesia tetap menjadi pasar terbesar TikTok Shop di Asia Tenggara, dan ekosistem Tokopedia-TikTok Shop baru saja mencatat salah satu periode penjualan produk lokal terkuat sepanjang sejarahnya. Dua fakta ini, penyalipan oleh Amerika dan rekor domestik, terjadi dalam enam bulan yang sama. Memahami sebabnya butuh melihat lebih jauh dari sekadar angka peringkat tunggal, pasar demi pasar, kategori demi kategori, dan perubahan kebijakan demi perubahan kebijakan.

📊 Angka di Balik Penyalipan Amerika Serikat

Laporan Momentum Works dan Tabcut yang dirilis pekan kedua Agustus 2026 melacak pertumbuhan TikTok Shop di semua pasar utama tempat platform ini mengoperasikan fitur belanja. Beberapa angka dari laporan tersebut menjelaskan skala perubahan global, bukan hanya di satu negara.

Momentum Works sudah menerbitkan data pasar TikTok Shop dengan kadensi kurang lebih sama sejak masa awal ekspansi platform di Asia Tenggara, dan laporan-laporan sebelumnya itu adalah salah satu alasan mengapa pembaruan Agustus ini terasa seperti konfirmasi, bukan kejutan, bagi kalangan industri. Riset "TikTok Shop in the USA 2025" dari lembaga yang sama, yang dikutip Kompas pada Februari 2026, sudah menandai percepatan pasar AS berbulan-bulan sebelum peringkat resmi berbalik. Membaca kedua laporan bersamaan menunjukkan sebuah platform yang pusat gravitasinya memang cepat atau lambat akan bergeser begitu pasar barunya mengejar ketertinggalan dari pasar Asia Tenggara yang lebih dulu memulai.

  • GMV global mencapai US$50,3 miliar di semester I 2026, naik 92% dari tahun ke tahun
  • Jumlah toko di platform tumbuh dari 475.000 menjadi 1,35 juta pada periode yang sama
  • Basis kreator yang tercatat aktif berjualan berkembang dari 15,3 juta menjadi 20 juta
  • Momentum Works memproyeksikan TikTok Shop akan menutup 2026 mendekati US$123,5 miliar secara global, angka yang lima tahun lalu masih di bawah US$1 miliar

Asia Tenggara tetap menyumbang mayoritas volume total TikTok Shop. Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina melengkapi lima besar pasar terbesar platform berdasarkan GMV, dan pemberitaan Kompas awal tahun ini bahkan sudah menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua TikTok Shop secara global di bawah Amerika Serikat, posisi yang kini semakin kokoh seiring percepatan pertumbuhan AS. Yang berubah dalam laporan terbaru ini adalah kecepatannya, bukan keberadaannya: GMV Amerika tumbuh 103% dari tahun ke tahun, kira-kira dua kali lipat laju pertumbuhan tipikal di pasar-pasar Asia Tenggara yang sudah mapan, menurut analisis Momentum Works.

Ilustrasi flat vector grafik batang naik yang menunjukkan pertumbuhan volume transaksi e-commerce, dikelilingi ikon kotak paket, ponsel dengan keranjang belanja, dan koin dolar
Ilustrasi. GMV global TikTok Shop naik 92% menjadi US$50,3 miliar pada semester I 2026, didorong oleh lonjakan 103% di pasar Amerika Serikat.Ilustrasi orisinal Eline untuk 1garis Studio

🛍️ Mengapa Pembeli Amerika Tiba-Tiba Mengejar Ketertinggalan

Bisnis TikTok Shop di Amerika sempat memulai dengan lambat dibanding Asia Tenggara. Pemberitaan Business Insider, mengutip analisis data transaksi kartu kredit dan debit AS oleh firma customer-intelligence Consumer Edge, menemukan bahwa TikTok Shop menyumbang sekitar 2% dari total belanja ritel online AS pada Juli 2026, naik dari sekitar 1,2% setahun sebelumnya. Michael Gunther, SVP Research & Market Intelligence di Consumer Edge, menyebut lonjakan pangsa pasar ini "masif".

"Mengingat TikTok Shop dulu berada di titik nol beberapa tahun lalu, pergerakan ini benar-benar besar. Saya tidak yakin pernah melihat sesuatu seperti ini," kata Gunther kepada Business Insider.

Tiga pergeseran di dalam pasar Amerika membantu menjelaskan percepatan ini. Pertama, komposisi pembeli berubah: pelanggan TikTok Shop yang melakukan 20 pembelian atau lebih pada kuartal kedua 2026 menyumbang sekitar 30% dari total belanja platform di AS, padahal mereka hanya mewakili 5% dari total populasi pembeli, konsentrasi pembeli berfrekuensi tinggi yang tidak dimiliki basis pengguna kasual platform sebelumnya. Kedua, profil usia bergeser: kelompok demografis dengan pertumbuhan belanja tahunan tercepat pada kuartal kedua adalah pembeli berusia di atas 35 tahun, kelompok yang cenderung memiliki nilai pesanan rata-rata lebih tinggi dibanding audiens remaja dan dewasa muda awal platform. Ketiga, perusahaan mulai menguji infrastruktur yang dirancang khusus untuk mendorong pembelian berulang, termasuk program keanggotaan berbayar bernama TikTok Shop Plus yang meniru Amazon Prime dengan harga diskon dan pengiriman lebih cepat bagi anggota, pertama kali diberitakan Business Insider akhir Juli 2026. Ketiga faktor ini saling memperkuat: pembeli yang lebih sering belanja, lebih tua, dan lebih mungkin membayar keanggotaan sama-sama menandakan platform yang berpindah dari fase eksperimen ke fase infrastruktur belanja yang serius.

Data kategori produk menambah penjelasan keempat, dan ini mungkin yang paling mengungkap tentang wujud TikTok Shop saat ini. Pemberitaan Ecomcrew, mengutip data dari Spreetail, penjual multi-merek sekaligus mitra fulfillment, menemukan bahwa beberapa kategori paling besar dan membutuhkan pertimbangan matang justru mencatat pertumbuhan tercepat di semester I 2026: kolam renang dan spa di atas permukaan tanah tumbuh 125% dari tahun ke tahun (lima kali laju pertumbuhan di marketplace lain), furnitur outdoor tumbuh 275%, dan kategori taman-kebun tumbuh hampir 150%. Chief Marketing Officer Spreetail, Amit Dodeja, mengaitkan sebagian pergeseran ini dengan kepercayaan konsumen yang mulai sejalan dengan kematangan platform. "Konsumen merasa TikTok Shop jauh lebih dapat dipercaya karena marketplace ini sudah matang seiring waktu," katanya, seraya menambahkan bahwa video kini menjadi alat riset yang sungguhan bagi pembelian rumit: "Sifat visual TikTok sebenarnya membantu banyak konsumen memahami produk seperti apa yang mereka lihat." Studi terpisah yang dipesan Envision Horizons, agensi yang berfokus pada Amazon, menemukan bahwa 51% dari sekitar 1.000 responden pernah membeli "barang mewah", yang didefinisikan sebagai barang seharga US$100 atau lebih, lewat TikTok Shop, angka yang menguatkan bahwa perilaku belanja bernilai tinggi di platform ini bukan kebetulan statistik semata.

Ilustrasi flat vector seorang pemilik UMKM mengelola toko online lewat laptop dan ponsel, dikelilingi kotak paket siap kirim dan label pengiriman
Ilustrasi. Penjual kecil Indonesia sudah beroperasi di dalam ekosistem logistik Tokopedia sendiri, terlepas dari perubahan aturan pengiriman TikTok Shop di Amerika Serikat.Ilustrasi orisinal Eline untuk 1garis Studio

🏭 Pertumbuhan Berbenturan dengan Aturan Pengiriman yang Dirancang untuk Barang Kecil

Infrastruktur logistik TikTok Shop di Amerika awalnya dirancang untuk kategori fesyen dan kecantikan yang dibeli secara impulsif, barang ringan yang bergerak cepat dan murah dikirim. Kategori-kategori besar dan bernilai tinggi yang kini mendorong pertumbuhan tidak proporsional justru berbenturan dengan rancangan itu, dan platform sudah harus menulis ulang aturan pengirimannya sendiri untuk mengejar ketertinggalan.

Pada 31 Maret 2026, TikTok menghapus sepenuhnya opsi pengiriman independen bagi penjual AS, mengakhiri peluncuran bertahap yang dimulai dengan pembatasan label USPS pada Januari. Setiap penjual AS kini wajib menyalurkan pesanan domestik lewat salah satu dari tiga jalur logistik yang dikendalikan TikTok: Fulfilled by TikTok, di mana gudang TikTok sendiri menangani pengambilan, pengemasan, dan pengiriman; Upgraded TikTok Shipping, di mana penjual mengirim menggunakan label TikTok; atau Collections by TikTok, di mana kurir TikTok mengambil langsung dari gudang penjual bervolume tinggi. Penjual yang tidak patuh berisiko dikeluarkan dari platform.

Ini adalah pengingat aturan umum yang berlaku bagi siapa pun yang membangun bisnis di atas platform milik orang lain, bukan hanya penjual barang besar Amerika yang disebut dalam laporan ini: syarat berpartisipasi bisa berubah dengan tenggat kepatuhan yang tetap dan tanpa negosiasi. Metode pengiriman yang berhasil bagi seorang penjual di satu kuartal bisa saja berhenti menjadi pilihan di kuartal berikutnya, terlepas dari seberapa baik operasi penjual tersebut berjalan sebelumnya. Penjual Indonesia di jaringan fulfillment Tokopedia belum menghadapi mandat mendadak yang setara, tapi kasus AS Maret 2026 layak diingat sebagai pola umum dalam commerce berbasis platform, bukan sekadar cerita Amerika yang berdiri sendiri.

Konsolidasi ini punya dua sisi bagi penjual barang besar. Fulfilled by TikTok menghilangkan risiko operasional gagal memenuhi jendela pengiriman begitu stok berada di jaringan gudang TikTok, tapi struktur biaya per unitnya, mulai sekitar US$3,58 untuk pesanan satu barang dan US$2,86 untuk pesanan multi-barang, ditambah biaya penyimpanan setelah periode gratis, dirancang untuk kategori inti asli platform, bukan untuk sauna seharga US$2.000 atau selimut seharga US$85 yang kini justru mendorong sebagian pertumbuhan penjualan tercepatnya. Chad Keller, pendiri merek tidur DTC Mellow Sleep, mengatakan kepada Ecomcrew bahwa jendela pengiriman dua hari kerja yang diwajibkan TikTok untuk pesanan domestik "tidak selalu bisa dijalankan" untuk barang besar, dan fleksibilitas memilih pengiriman mandiri per pesanan, yang tersedia saat mereknya meluncur di platform pada musim gugur 2025, kini tidak lagi menjadi opsi di bawah aturan yang berlaku.

Ilustrasi flat vector truk pengiriman kecil dan kurir menuju gudang logistik modern dengan jam pasir di tengah melambangkan tekanan waktu pengiriman
Ilustrasi. Sejak 31 Maret 2026, setiap penjual TikTok Shop di AS wajib memakai salah satu dari tiga jalur logistik yang dikendalikan platform.Ilustrasi orisinal Eline untuk 1garis Studio

🇮🇩 Apa yang Sebenarnya Terjadi di Indonesia pada Periode yang Sama

Pergeseran peringkat versi Momentum Works menggambarkan persaingan global antara dua pasar nasional besar, bukan penurunan angka Indonesia sendiri. Justru pada rentang enam bulan yang sama, ekosistem Tokopedia-TikTok Shop mencatat salah satu hasil penjualan produk lokal terkuat yang pernah dilaporkan. Diumumkan pada 13 Agustus 2026 dan diberitakan CNBC Indonesia serta Bisnis.com, program "Beli Lokal" membantu mendorong hampir 700 juta produk lokal terjual di seluruh ekosistem pada semester I 2026, naik 51% dibanding semester sebelumnya.

Angka ini penting karena mencerminkan segmen spesifik yang menjadi klien 1garis Studio: penjual Indonesia berskala kecil dan menengah, bukan merek internasional besar yang semakin banyak menjajal program keanggotaan AS dan logistik barang besar TikTok Shop. Posisi Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok Shop di Asia Tenggara, dan sejarahnya sebagai ladang uji coba awal platform sebelum pertumbuhan AS berakselerasi, berarti mekanisme inti aplikasi ini, live selling, penemuan produk lewat video pendek, checkout dalam aplikasi, dirancang justru dengan penjual seperti inilah yang dituju sejak awal, bukan disesuaikan belakangan seperti yang kini terjadi pada fulfillment barang besar di AS.

Angka "Beli Lokal" juga menunjukkan sesuatu yang tidak bisa dilihat dari peringkat GMV saja: seberapa besar pertumbuhan TikTok Shop dan Tokopedia Indonesia berasal dari produksi lokal dan skala kecil, bukan penjualan ulang barang impor. Lonjakan 51% penjualan produk lokal dalam enam bulan berarti algoritme, promosi, dan kolaborasi kreator platform secara aktif menampilkan produk buatan Indonesia kepada pembeli Indonesia dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya, tren yang menguntungkan justru produsen kecil atau penjual berbasis bengkel/workshop, kelompok yang tidak bersaing langsung dengan merek internasional yang masuk ke kategori barang besar di pasar AS.

Kompas melaporkan pada Februari 2026 bahwa Indonesia sudah dikonfirmasi sebagai pasar terbesar kedua TikTok Shop secara global di bawah Amerika Serikat, berdasarkan riset "TikTok Shop in the USA 2025" dari Momentum Works dan Tabcut, jauh sebelum pembaruan Agustus ini meresmikan percepatan pasar Amerika yang menyusul kemudian. Perubahan peringkat yang dilaporkan bulan ini adalah kelanjutan tren yang sudah terlihat enam bulan sebelumnya, bukan pembalikan mendadak.

Foto gudang modern dengan sistem rak penyimpanan palet bertingkat
Foto ilustrasi. Gudang logistik modern generik, bukan gambaran gudang milik TikTok Shop atau mitra fulfillment tertentu yang disebut dalam artikel ini.Foto oleh Axisadman via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

💡 Apa yang Sebenarnya Berubah bagi Penjual Kecil Indonesia

Tidak satu pun dari perubahan logistik khusus AS TikTok Shop, peralihan ke pengiriman yang dikendalikan platform, struktur biaya per unit Fulfilled by TikTok, atau program keanggotaan baru, berlaku langsung untuk penjual yang mengirim barang di dalam Indonesia. Penjual TikTok Shop Indonesia sudah beroperasi di dalam ekosistem logistik Indonesia sendiri lewat jaringan fulfillment terintegrasi Tokopedia, yang tidak terdampak perubahan aturan pengiriman AS Maret 2026 yang dijelaskan di atas.

Yang tetap relevan adalah sejumlah sinyal yang layak diamati, karena TikTok cenderung menguji fitur di pasar paling matangnya lebih dulu sebelum memperluasnya ke tempat lain:

  1. Mekanisme keanggotaan dan loyalitas sedang menuju ke sini. TikTok Shop Plus, program bergaya Amazon Prime yang sedang diuji di AS, memberi diskon dan pengiriman lebih cepat bagi pembeli berulang. Jika lapisan loyalitas serupa akhirnya sampai di Indonesia, penjual yang sudah punya kebiasaan pelanggan kembali, jadwal posting konsisten, sesi live yang responsif, akan lebih siap memanfaatkannya sebelum pesaing sempat menyesuaikan diri.
  2. Tab Shop makin penting dibanding livestream. Di AS, menjelajah dan membeli langsung dari tab Shop, tanpa menonton video atau live lebih dulu, tumbuh menjadi 51,4% dari GMV yang tercatat pada semester I 2026, naik dari 36% sepanjang 2025. Ini bukan berarti live selling mati, GMV livestream AS tetap tumbuh 19% dari tahun ke tahun dalam nilai dolar, tapi berarti listing produk, foto, dan deskripsi di tab Shop layak mendapat perhatian yang sama besar seperti yang selama ini diberikan penjual pada sesi live mereka.
  3. Pembelian bernilai tinggi terbukti bisa laku di platform video pendek. Data kolam renang, sauna, dan furnitur outdoor dari pasar AS menunjukkan bahwa pembeli mau meriset dan membeli barang yang genuinely mahal lewat konten video ketika penjual menjelaskannya dengan baik. Penjual Indonesia yang mengira TikTok Shop hanya cocok untuk barang impulsif di bawah harga tertentu sedang berpegang pada gambaran usang tentang apa yang sudah terbukti laku di pasar terbesar platform ini sendiri.
  4. Kepercayaan terakumulasi seiring waktu, dan Indonesia sudah lebih dulu memilikinya. CMO Spreetail mengaitkan pertumbuhan kategori di AS sebagian dengan kepercayaan yang mulai sejalan dengan kematangan platform, pembeli yang dulu skeptis di masa awal TikTok Shop kini merasa nyaman seiring bertambahnya usia marketplace. Penjual Indonesia yang sudah membangun kehadiran sejak tahun-tahun awal platform sudah lebih dulu punya keunggulan kepercayaan ini dibanding penjual di pasar TikTok Shop yang lebih baru; angka rekor penjualan produk lokal Agustus 2026 adalah salah satu ukuran bagaimana kepercayaan yang terkumpul itu berubah jadi transaksi nyata.

🌍 Pasar Inggris Membuktikan Pertumbuhan Tidak Selalu Berbentuk Sama

Ketika pasar AS bergeser ke penelusuran lewat tab Shop, operasi TikTok Shop di Inggris justru bergerak ke arah berbeda. Penjualan livestream di Inggris naik 55% dari tahun ke tahun, dengan platform mengadakan lebih dari 6.000 sesi livestream setiap hari, menurut laporan Ecomcrew yang sama tentang kinerja TikTok Shop semester I 2026. Lelang live menjadi daya tarik khusus bagi penjual sneakers, streetwear, dan barang koleksi, kategori ketika tawaran waktu nyata dan rasa langka mendorong pembelian lebih cepat dibanding listing produk standar. Pola ini menegaskan bahwa satu fitur yang sukses di satu pasar tidak otomatis menjadi resep universal bagi pasar lain, sekalipun keduanya sama-sama dioperasikan oleh perusahaan yang sama.

Pelajaran bagi penjual Indonesia yang menyaksikan kedua pasar itu adalah data TikTok Shop sendiri tidak mendukung satu playbook global. AS bergerak ke arah browsing katalog yang lebih terencana untuk barang mahal. Inggris semakin mengandalkan penjualan live yang cepat untuk fesyen dan koleksi. Budaya jualan Indonesia yang bertumbuh lewat interaksi host secara langsung lebih dekat dengan pola Inggris daripada pola AS yang baru muncul. Ini memberi nilai pada kemampuan live selling yang sudah dimiliki penjual Indonesia, bukan alasan untuk menyalin strategi tab Shop Amerika mentah-mentah.

📱 Website Tetap Penting Saat Platform Mengubah Aturannya

TikTok Shop adalah satu kanal, bukan keseluruhan bisnis. Pergeseran peringkat di atas tidak mengatakan bahwa penjual perlu menjadikan etalase TikTok sebagai satu-satunya rumah digital. Akun TikTok Shop, seperti Instagram Shop atau listing marketplace, hidup di dalam platform yang menentukan aturan, struktur biaya, dan perubahan algoritmenya sendiri. Aturan pengiriman AS pada Maret 2026 menunjukkan risikonya: penjual kehilangan pilihan fulfillment mandiri setelah platform mengubah kebijakan. Risiko serupa berlaku untuk kebijakan apa pun yang dibuat sepihak oleh sebuah platform, baik itu perubahan biaya, algoritma distribusi, atau syarat keanggotaan baru yang belum tentu menguntungkan semua jenis penjual secara merata.

Penjual Indonesia yang sudah membangun kepercayaan dan basis pelanggan lewat TikTok Shop tetap mendapat manfaat dari website yang dimiliki sendiri. Website dapat menjadi tempat untuk menampilkan katalog yang sama, menjelaskan kebijakan produk, mengumpulkan kontak pelanggan secara langsung dengan persetujuan, dan menerima kunjungan ketika perubahan platform mengganggu alur penjualan. Website bukan pengganti TikTok Shop. Website memberi penjual satu aset yang tidak berubah hanya karena sebuah aplikasi mengubah aturan internalnya.

Bukan berarti bisnis harus meninggalkan TikTok Shop. Data penjualan lokal dan pertumbuhan global menunjukkan kanal ini masih penting bagi banyak kategori. Posisi yang lebih aman adalah memperlakukan TikTok Shop sebagai mesin penemuan dan transaksi, lalu menghubungkannya dengan basis digital yang dikendalikan bisnis sendiri. Penjual yang memelihara katalog, halaman produk, dan informasi layanan di luar satu platform memiliki lebih banyak pilihan ketika fitur baru, biaya baru, atau kebijakan pengiriman baru muncul. Penjual yang sudah memasangkan etalase TikTok Shop dengan website sungguhan, yang menampilkan katalog sama, mencantumkan syarat layanan yang jelas, dan memberi pelanggan setia jalur menghubungi bisnis secara langsung, punya tempat mengarahkan pembeli apa pun perubahan berikutnya yang dibuat TikTok.

🔑 Intinya

Pertukaran peringkat antara AS dan Indonesia memang pergeseran besar dalam bisnis global TikTok Shop, dan layak dipahami karena menandakan ke mana perhatian rekayasa dan logistik platform ini diarahkan berikutnya: barang besar, program keanggotaan, dan penemuan lewat tab Shop. Tidak satu pun dari itu mengubah realitas operasional penjual kecil Indonesia yang mengirim lewat jaringan Tokopedia hari ini. Yang ditawarkannya adalah gambaran awal tentang fitur dan perilaku pembeli yang kemungkinan akan tiba secara lokal dalam setahun ke depan, dan pengingat bahwa angka Indonesia sendiri, hampir 700 juta produk lokal terjual dalam enam bulan, sudah cukup kuat sehingga pergeseran di tabel peringkat global bukan cerita yang perlu mengkhawatirkan penjual yang pelanggannya sudah terbukti kembali membeli. Laporan Momentum Works berikutnya, yang kemungkinan mencakup semester II 2026, akan menunjukkan apakah AS terus memperlebar jaraknya atau justru momentum produk lokal Indonesia yang semakin kencang mempersempit kembali selisih itu. Hasil apa pun dari kedua kemungkinan itu akan lebih berarti bagi investor global dan pengamat strategi platform daripada bagi penjual kecil di Jakarta, Surabaya, atau Medan yang sehari-hari sekadar memastikan pesanan bulan ini tetap terkirim tepat waktu.

Sumber: Momentum Works & Tabcut (dipublikasikan pertengahan Agustus 2026), Business Insider (12 Agustus 2026), Ecomcrew (13 dan 16 Agustus 2026), CNBC Indonesia dan Bisnis.com (13 Agustus 2026), Kompas (12 Februari 2026).

Keep reading