5 September 2026Eline Tiva

Beta Ubuntu 26.10 adalah Waktu Gladi Bersih yang Aman bagi Tim Web Kecil

Beta Ubuntu 26.10 dijadwalkan pada 24 September. Berikut cara praktis berbasis bukti untuk menguji workstation tanpa menjadikan hari rilis sebagai tenggat produksi.

0:00—
Cerita singkat oleh Eline Tiva
Ilustrasi editorial laptop tim web, monitor, checklist, dan cahaya kesiapan rilis berwarna oranye hangat.

Beta Ubuntu 26.10 dijadwalkan hadir pada 24 September, sedangkan rilis final direncanakan pada 15 Oktober. Bagi tim web kecil, tanggal itu bukan alasan untuk memperbarui mesin produksi pada hari pertama. Ini adalah tenggat yang berguna untuk menentukan mesin mana yang aman dijadikan tempat uji, data apa yang harus diamankan, dan bagian mana dari alur kerja web yang benar-benar bergantung pada sistem operasi.

Situs studio jarang hidup di satu laptop. Desainer membuka alat berbasis peramban, pengembang menjalankan container atau pengelola paket lokal, editor memindahkan media antara penyimpanan awan dan desktop, sementara server atau build runner sesekali menopang situs publik. Versi Ubuntu baru dapat memperbaiki pengalaman desktop harian, sekaligus mengubah driver, runtime bahasa, ketersediaan paket, perilaku desktop, atau cara lingkungan pengembangan dibangun ulang. Semua itu pertanyaan yang berbeda. Menyatukannya menjadi satu keputusan upgrade membuat risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

🗓️ Kalender menciptakan jendela pengujian

Jadwal resmi Canonical menempatkan beta Ubuntu 26.10 pada 24 September 2026 dan rilis final pada 15 Oktober. Jadwal itu juga menyebut 8 Oktober sebagai Final Freeze, Release Candidate, dan tenggat terjemahan paket bahasa. Ini adalah tonggak perencanaan, bukan janji bahwa setiap mesin siap dimigrasikan langsung untuk pekerjaan produksi.

Bagi studio web, jendela praktis dimulai sebelum beta. Pilih laptop yang tidak kritis atau mesin virtual, lalu beri tugas yang jelas: buka proyek saat ini, pasang dependensi yang dideklarasikan, jalankan situs secara lokal, bangun hasilnya, dan publikasikan hanya ke tujuan pratinjau yang dapat dibuang. Pengujian ini berharga karena membandingkan desktop berikutnya dengan pekerjaan nyata, bukan dengan instalasi kosong.

Jarak 21 hari antara tanggal beta dan rilis yang direncanakan cukup untuk mengumpulkan bukti bila ruang lingkupnya sempit. Waktu itu tidak cukup untuk menemukan setiap alat yang dikumpulkan tim selama bertahun-tahun. Karena itu, inventaris tertulis lebih penting daripada antusiasme terhadap rilis baru.

  • Catat versi Ubuntu, kernel, peramban, Node atau runtime lain, serta pengelola paket pada mesin yang sedang berfungsi.
  • Sebutkan proyek yang wajib dapat dibuka dengan benar.
  • Sebutkan layanan yang tidak boleh berpindah selama uji: hosting produksi, DNS domain, integrasi pembayaran, dan email yang menghadap pelanggan.
  • Tentukan siapa yang dapat memulihkan mesin uji dan dari mana cadangannya dipulihkan.
Tangkapan layar desktop Ubuntu Unity 26.04.
Tangkapan layar desktop Ubuntu Unity 26.04. Ini adalah bukti ekosistem Ubuntu 26.04 yang telah dirilis, bukan gambaran Ubuntu 26.10.Ubuntu, diunggah ke Wikimedia Commons oleh Kzaark

🧭 Mulai dari masa dukungan, bukan nama kode

Daftar rilis Ubuntu menyatakan bahwa Ubuntu 26.04 LTS, Resolute Raccoon, dirilis pada 23 April 2026. Masa dukungan standarnya tercantum sampai Mei 2031 dan akhir masa pakainya April 2041. Horizon panjang inilah alasan utama banyak tim memakai jalur LTS untuk workstation dan server utama.

Rilis interim seperti 26.10 mempunyai tugas lain. Di sana tim dapat mengevaluasi perubahan desktop, kernel, driver, dan alat pengembangan yang lebih baru. Ini berguna ketika mesin baru membutuhkan dukungan perangkat keras yang lebih mutakhir atau ketika proyek bergantung pada kemampuan yang belum ada di repositori LTS. Namun, hal itu tidak otomatis menjadikannya fondasi terbaik bagi mesin yang harus menjaga situs bisnis tetap mudah dipelihara saat staf berganti dan musim kerja sedang padat.

Pertanyaan yang berguna harus spesifik: masalah apa yang akan diselesaikan 26.10 untuk mesin ini, yang tidak diselesaikan 26.04 LTS? “Lebih baru” bukan kebutuhan operasional. “Driver Wi-Fi sekarang putus saat panggilan klien” atau “mesin lokal tidak dapat mereproduksi masalah perenderan yang dilaporkan” adalah kebutuhan operasional. Tulis jawabannya di tiket pengujian sebelum instalasi.

Pembedaan ini juga mencegah kesalahan yang sering terjadi: memperbarui server karena rilis desktop terasa menarik. Server memerlukan keputusan pemeliharaan tersendiri, jendela pemeliharaan, pemeriksaan kompatibilitas aplikasi, dan rencana pemulihan. Server tidak boleh menjadi eksperimen pertama hanya karena upgrade laptop berhasil.

🧱 Petakan pekerjaan sebelum mengubah mesin

Pengujian yang andal dimulai dengan peta alur kerja. Daftarkan alat berdasarkan apa yang disentuhnya, bukan hanya berdasarkan mereknya: kode sumber, variabel lingkungan, basis data, media yang diunggah, profil peramban, kredensial SSH, sertifikat lokal, cache paket, dan izin deployment produksi.

Proyek situs statis mungkin hanya memerlukan Git, runtime, pengelola paket, dan peramban. Situs yang lebih besar dapat membutuhkan layanan basis data, pustaka pemrosesan gambar, container, penangkap email lokal, serta akses command line ke penyimpanan awan. Alur pertama biasanya dapat dibangun ulang dengan cepat. Alur kedua dapat gagal karena satu dependensi native, kredensial, atau pemetaan port terlupakan.

Gunakan clone proyek yang bersih untuk menguji keterulangan. Bila proyek tidak dapat dipasang dan dijalankan dari langkah yang terdokumentasi pada lingkungan uji baru, upgrade sistem operasi telah membuka celah dokumentasi. Itu hasil yang berguna. Perbaiki petunjuk proyek, bukan mempertahankan kumpulan file yang tidak terdokumentasi di satu mesin pengembang.

Jangan menaruh kredensial dalam catatan uji. Sebagai gantinya, pastikan metode manajemen rahasia yang terdokumentasi bekerja dan akun penguji dibatasi pada sumber daya pratinjau. Lingkungan lokal dengan akses produksi tanpa batas tetap berisiko, apa pun versi Ubuntunya.

🔧 Perlakukan upgrade sebagai gladi bersih

Dokumentasi server Ubuntu menjelaskan APT sebagai alat untuk memasang paket baru, memperbarui indeks paket, memperbarui paket terpasang, dan bahkan meningkatkan seluruh sistem Ubuntu. Dokumentasi itu juga membedakan apt untuk penggunaan interaktif dan apt-get untuk skrip. Pembedaan ini kecil, tetapi berguna: orang yang menguji desktop dapat meninjau perubahan yang diusulkan APT; otomatisasi harus dibuat eksplisit dan memiliki catatan.

Untuk uji workstation, jangan mulai dengan upgrade di tempat pada satu-satunya mesin yang bisa dipakai bekerja. Pilih salah satu jalur ini:

  • Pasang rilis uji di mesin virtual bila akselerasi grafis dan driver perangkat keras bukan pokok pengujian.
  • Gunakan laptop cadangan atau perangkat baru bila Wi-Fi, grafis, audio, kamera, layar eksternal, atau baterai menjadi perhatian.
  • Buat lingkungan boot terpisah hanya jika tim memahami cara menjaga dan memulihkan data disk.

Setelah itu, ulangi seluruh siklus proyek. Clone. Pasang dependensi dari lockfile. Jalankan server pengembangan. Jalankan pemeriksaan otomatis. Bangun artefak produksi. Tinjau situs pada peramban yang dipakai audiens. Deploy ke lingkungan pratinjau. Terakhir, hapus lingkungan uji atau pulihkan dari cadangan setelah temuan dicatat.

Jangan menyamakan upgrade paket yang selesai tanpa galat dengan setup pengembangan yang berhasil. Pengelola paket dapat selesai dengan baik ketika ekstensi peramban, basis data lokal, modul build native, atau monitor eksternal masih bermasalah. Gladi bersih harus berakhir pada halaman yang dirender dan pratinjau yang terkendali, karena itulah keluaran yang dilihat klien atau pembaca.

🧪 Uji peramban dan build secara terpisah

Tim web sering memasukkan “peramban berfungsi” dan “proyek berhasil dibangun” ke dalam satu kotak centang yang kabur. Padahal keduanya gagal dengan cara berbeda.

Uji peramban bertanya apakah aplikasi merender, melakukan autentikasi, mengunggah, mengunduh, dan menangani sertifikat pengembangan lokal sebagaimana mestinya. Sertakan setidaknya satu jalur konten yang realistis: kirim formulir di staging, unggah gambar perwakilan, periksa tata letak responsif, dan uji alur yang mengandalkan pop-up atau masuk lewat pihak ketiga. Gunakan data uji, bukan data pelanggan.

Uji build bertanya apakah proyek dapat menghasilkan keluaran dari masukan yang telah dideklarasikan. Jalankan perintah yang sama dengan yang digunakan continuous integration, lalu bandingkan hasilnya dengan pratinjau saat ini. Perhatikan pergeseran versi runtime, pemasangan dependensi yang tak terduga menulis ulang lockfile, pustaka gambar yang dikompilasi berbeda, serta variabel lingkungan yang hanya ada dalam profil shell seseorang.

Lembar uji yang praktis membutuhkan pengamatan lulus atau gagal, bukan kesan. “Kelihatannya baik” tidak dapat ditindaklanjuti. “Layar eksternal stabil selama dua jam; build produksi selesai; paket optimasi gambar lokal gagal dipasang” memberi tahu tim apa yang perlu diperbaiki dan apakah mesin kandidat siap.

Ilustrasi alur kerja dari cadangan, pengujian terisolasi, hingga deployment pratinjau.
Ilustrasi: alur upgrade workstation bertahap bagi tim web.Ilustrasi orisinal oleh 1garis

🔐 Cadangan harus dapat dipulihkan, bukan sekadar ada

Sebelum uji OS, pisahkan file kerja dari keadaan mesin. Repositori sumber perlu sudah di-commit atau di-push ke remote yang disetujui. Aset proyek perlu ada di penyimpanan tim, bukan hanya di Downloads. Akses pengelola kata sandi, kode pemulihan, kunci SSH, sertifikat lokal, bookmark peramban, dan pengaturan editor membutuhkan jalur pemulihan yang jelas.

Cadangan disk berguna hanya jika tim mengetahui cara memulihkannya. Uji jalur pemulihan menggunakan file kecil yang tidak kritis atau mesin virtual sebelum mengandalkannya pada pekan rilis. Catat waktu yang dibutuhkan. Proses pemulihan yang memakan satu hari mungkin dapat diterima untuk perangkat cadangan, tetapi tidak untuk satu-satunya komputer yang dipakai menerbitkan kampanye.

Jangan menyalin basis data produksi ke laptop hanya agar pengujian tampak realistis. Pakai data yang sudah disanitasi, lingkungan staging, atau fixture lokal. Upgrade workstation tidak boleh berubah menjadi insiden kebocoran data.

Aturan yang sama berlaku bagi sesi peramban. Lakukan autentikasi ulang dengan sengaja dan gunakan akun uji dengan hak minimum. Sistem operasi baru adalah kesempatan membuang profil peramban lama dan akses yang tidak lagi dipakai, bukan memperbanyak jalan pintas berisiko dari mesin sebelumnya.

🖥️ Perangkat keras memerlukan kartu skor tersendiri

Mesin virtual sangat baik untuk memeriksa pemasangan aplikasi, tetapi tidak dapat membuktikan Wi-Fi, suspend, layar eksternal, webcam, mikrofon, atau akselerasi GPU pada laptop akan bekerja baik. Semua itu adalah pengujian perangkat keras. Jalankan pada perangkat yang memang akan dipakai.

Bagi studio, perilaku layar eksternal bisa lebih penting daripada benchmark. Uji monitor, kabel atau dock yang sesungguhnya, penskalaan tampilan, tidur dan bangun, berbagi layar, serta alur review yang peka warna. Bagi tim jarak jauh, uji headset dan kamera pada layanan rapat yang dipakai untuk panggilan klien. Bagi pengembang, uji terminal, SSH agent, mesin container lokal, dan port lokal setelah restart.

Catat model perangkat keras dan hasilnya. Hasil pada satu laptop tidak otomatis berlaku bagi perangkat lain dengan chip nirkabel atau konfigurasi grafis berbeda. Inilah sebabnya peluncuran bertahap lebih murah daripada hari upgrade serentak.

Pengembang mengetik di laptop di depan beberapa monitor.
Foto ilustrasi: uji perangkat keras perlu mencakup layar, kamera, jaringan, dan alat yang benar-benar dipakai tim.Foto oleh Christina Morillo di Pexels

📦 Jaga perubahan paket tetap terbaca

Dokumentasi Ubuntu menyebut definisi repositori berada di bawah /etc/apt/sources.list.d, dengan repositori Ubuntu pada ubuntu.sources untuk rilis saat ini. Lokasinya kurang penting dibanding prinsipnya: ketahui sumber perangkat lunak sebelum mengubah sebuah mesin.

Repositori pihak ketiga, paket yang dipasang manual, dan skrip sekali pakai sering menjadi sumber kejutan saat upgrade. Audit semuanya sebelum pengujian. Untuk setiap sumber nonbawaan, putuskan apakah memang diperlukan, apakah mendukung rilis kandidat, dan apakah proyek dapat memakai paket resmi atau container. Jangan menambah repositori yang tidak diverifikasi hanya agar sebuah uji cepat lulus.

Lockfile dan version manager memerlukan disiplin yang sama. Bila proyek menentukan versi runtime, pasang versi itu dengan sengaja. Bila tidak, catat versi yang lolos pengujian dan buat konfigurasi proyek menjadi eksplisit. Tujuannya bukan membekukan semuanya selamanya. Tujuannya membuat rebuild berikutnya dapat diprediksi.

Audit paket juga perlu membedakan dependensi yang dibutuhkan untuk menjalankan situs dari dependensi yang hanya dipakai saat build. Misalnya, pustaka pemrosesan gambar lokal mungkin penting bagi build, tetapi tidak relevan bagi server publik bila situs mengirim berkas yang telah dibangun. Perbedaan itu mengubah perhitungan risiko. Dependensi build yang gagal menghambat peluncuran workstation, tetapi tidak membuktikan platform hosting memerlukan perubahan sistem operasi yang sama.

Simpan perintah yang tepat, hasil keluarnya, dan langkah pemulihan bagi setiap kegagalan. Jangan menyelesaikannya dengan memasang paket global acak atau mengubah berkas proyek tanpa tinjauan. Workaround mungkin sah, tetapi harus dapat diulangi anggota tim lain. Bila workaround mengubah graf dependensi, jalankan pemeriksaan normal lagi dan commit perubahan lockfile secara sengaja.

Bagi proyek yang memakai container, uji mesin container sebagai lapisan terpisah. Pastikan volume di-mount pada jalur yang diharapkan, port lokal dapat terikat, file watching berfungsi, dan restart tidak diam-diam mengubah kepemilikan pada working tree. Periksa pula perintah cleanup yang terdokumentasi. Mesin uji yang dapat memulai stack tetapi tidak dapat menghapus data uji dengan aman belum siap dipakai rutin.

Audit juga menjadi kesempatan menghapus entri usang. Repositori yang ditambahkan bertahun-tahun lalu untuk satu utilitas, sumber paket yang tak lagi didukung, atau shell alias yang menyembunyikan perintah berisiko dapat mengubah upgrade rilis biasa menjadi kegagalan yang sulit dijelaskan. Lebih sedikit sumber tak terdokumentasi berarti lebih sedikit bagian bergerak saat pengembang perlu mereproduksi masalah untuk klien.

Ilustrasi laptop, dock, monitor, dan perangkat jaringan selama uji kesiapan perangkat keras Linux.
Ilustrasi: pemeriksaan perangkat dan koneksi merupakan bagian dari uji sistem operasi.Ilustrasi orisinal oleh 1garis

Pernyataan itu menjelaskan kemampuan, bukan kebijakan untuk menjalankan setiap pembaruan tanpa tinjauan. Periksa perubahan yang diusulkan, jaga jalur pemulihan, dan jangan mencampur migrasi rilis OS dengan upgrade aplikasi yang tidak terkait bila tim membutuhkan diagnosis yang jelas.

🧩 Apa yang berubah di Ubuntu Core 26, dan yang tidak

Dokumentasi Ubuntu Core menyatakan Ubuntu Core 26 dirilis pada 14 Mei 2026 dan dibangun di atas fondasi Ubuntu 26.04 LTS. Dokumentasi itu menyoroti perbaikan boot dan pembaruan, komposisi image berbasis Chisel, dukungan Livepatch, serta ukuran pembaruan OTA yang bisa hingga 90% lebih kecil dalam beberapa kasus. Dokumentasi itu juga menyebut paket Python tidak lagi disertakan dalam core base snaps mulai core26, sehingga pembuat snap diharapkan membundel runtime yang dibutuhkan.

Ini penting bagi tim yang membangun atau mengelola perangkat mirip appliance yang terkurung ketat. Namun, bukan alasan untuk memperlakukan Ubuntu Core sebagai pengganti desktop pengembangan web umum. Desktop Ubuntu, Ubuntu Server, dan Ubuntu Core menyelesaikan persoalan operasional yang berbeda. Studio web dapat memakai ketiganya pada tempat berbeda, tetapi tidak boleh menerapkan instruksi dari satu lingkungan ke lingkungan lain tanpa memeriksa dokumentasi lingkungan tersebut.

Catatan Python memberi pelajaran yang lebih luas. Runtime yang kebetulan tersedia secara bawaan pada mesin bukan dependensi proyek yang dapat diandalkan. Aplikasi perlu mendeklarasikan, membundel, atau memasang yang dibutuhkannya melalui proses build yang didukung. Hal itu membuat migrasi desktop tidak terlalu dramatis dan deployment lebih berulang.

🧾 Jadikan hasil uji sebagai keputusan tim

Laporan singkat membuat uji ini berguna melampaui orang yang menjalankannya. Sertakan perangkat uji, tanggal, image rilis, revisi proyek, perangkat keras yang diperiksa, perintah atau pemeriksaan yang selesai, kegagalan, workaround, dan rekomendasi. Simpan tangkapan layar hanya bila membuktikan galat atau konfigurasi konkret; galeri desktop yang panjang kurang berguna dibanding pengamatan yang dapat direproduksi.

Tentukan pemilik keputusan dan tanggal peninjauan. Pemiliknya tidak harus orang yang paling teknis, tetapi seseorang harus memutuskan apakah kandidat menjadi opsi yang didukung, tetap eksperimen, atau ditolak. Tanpa keputusan ini, upgrade perorangan diam-diam menciptakan beberapa konfigurasi yang tidak didukung dalam tim kecil.

Untuk pekerjaan yang menghadap klien, sampaikan batasannya dengan jelas. Uji workstation adalah pemeliharaan internal. Ia tidak mengubah hosting, jadwal deployment, atau situs klien kecuali perubahan terpisah telah direncanakan dan disetujui. Ini mencegah eksperimen sistem operasi yang bermanfaat berubah menjadi komitmen pengiriman yang tidak disengaja.

Ukur pemulihan dengan ketelitian yang sama seperti instalasi. Catat waktu untuk kembali ke keadaan sebelumnya, membuka proyek lagi, dan mengakses alat kerja normal tim. Hasil yang lulus pada jalur ideal tetapi tidak punya jalan balik yang kredibel harus dikelompokkan sebagai belum selesai. Upgrade paling aman adalah yang dapat dibatalkan rekan kerja tanpa menebak.

⚖️ Putuskan dengan bukti, bukan tekanan hari rilis

Pada akhir uji, kelompokkan hasil ke dalam tiga keluaran: siap untuk peluncuran terbatas, berguna hanya untuk mesin tertentu, atau belum siap. Peluncuran terbatas berarti alur kerja dan perangkat keras yang diuji lulus, jalur cadangan telah dibuktikan, dan tim dapat mendukung mesin bila masalah muncul. Hasil khusus mesin berarti rilis menyelesaikan kebutuhan perangkat keras atau pengembangan yang terdokumentasi tetapi belum layak menjadi standar di tempat lain. Belum siap berarti alat atau alur wajib gagal, sekalipun desktop terasa cepat.

Peluncuran terbatas yang baik dimulai dari satu pengguna sukarela yang tidak memegang pekerjaan kritis dan periode pengamatan yang tetap. Biarkan mesin lama tetap tersedia sampai setup baru menyelesaikan pekerjaan normal: penyuntingan, review, pengembangan lokal, rapat, dan deployment pratinjau. Jangan memindahkan kepemilikan proyek bersama, satu-satunya akses administrator, atau satu-satunya salinan signing key pada periode ini. Itu adalah dependensi kesinambungan bisnis, bukan preferensi desktop biasa.

Saat masalah ditemukan, jelaskan dampaknya sebelum mengusulkan perbaikan. Gangguan panel kosmetik mungkin masih dapat ditoleransi. Gagal terhubung ke VPN klien, membangun situs yang wajib, atau memulihkan kredensial adalah penghambat peluncuran. Klasifikasi sederhana ini mencegah tim menghabiskan waktu memoles detail kecil sambil mengabaikan kondisi yang benar-benar menghalangi pekerjaan andal.

Buat daftar pemeriksaan akhir yang dapat dilakukan oleh orang lain. Daftar itu dapat mencakup masuk ke pengelola kata sandi, membuka repositori, menjalankan uji otomatis, menghubungkan layar eksternal, melakukan panggilan video singkat, dan memuat pratinjau melalui jaringan biasa. Setiap butir harus menjawab satu pertanyaan yang jelas. Hindari daftar dengan istilah umum seperti “cek semuanya”, karena tidak menghasilkan bukti yang dapat dipakai saat keputusan rollout dipertanyakan.

Sebelum menyetujui penggunaan lebih luas, lihat beban dukungannya. Jika hanya satu orang mengetahui cara memasang driver, mengembalikan konfigurasi, atau memulihkan toolchain, rilis itu belum menjadi standar tim. Tulis langkah tersebut sampai dapat diikuti oleh rekan yang tidak menjalankan uji pertama. Dokumentasi yang singkat tetapi lengkap sering lebih bernilai daripada konfigurasi cepat yang hanya dipahami satu orang.

Jangan lupakan perbedaan koneksi dan lokasi kerja. Laptop yang baik di jaringan kantor dapat menunjukkan masalah berbeda saat memakai hotspot, Wi-Fi rumah, VPN, atau layar ruang rapat. Uji beberapa kondisi yang memang relevan dengan pola kerja tim, tanpa mencoba menciptakan laboratorium yang sempurna. Tujuannya bukan membuktikan Ubuntu bebas dari seluruh masalah; tujuannya mengetahui kondisi mana yang didukung dan kapan pengguna harus menunda upgrade.

Keterbatasannya nyata. Catatan hasil uji harus selalu menyebut tanggal dan konfigurasi, karena pembaruan berikutnya dapat mengubah hasil yang sama. Uji singkat tidak dapat membuktikan stabilitas berbulan-bulan. Uji pada mesin cadangan tidak dapat meramalkan setiap kombinasi driver. Jadwal Canonical juga merupakan rencana dan dapat berubah. Respons yang bertanggung jawab bukan berhenti bergerak. Jaga ruang lingkup uji tetap terlihat, jangan membuat klaim melampaui bukti, dan biarkan layanan produksi berada pada jalur dukungan yang ada sampai perubahan memang dibenarkan.

Bagi tim kecil di Indonesia, tugas segeranya sederhana: gunakan tonggak beta September untuk membuat checklist workstation yang dapat diulang. Inventaris pekerjaan, pilih target uji yang aman, lindungi data dan kredensial, uji peramban dan build secara terpisah, lalu bagikan hasilnya secara internal. Jika Ubuntu 26.10 layak masuk ke alur kerja, alasannya adalah karena ia lolos pekerjaan yang benar-benar dilakukan tim, bukan karena sebuah nama kode baru telah tiba.

Sources: Ubuntu 26.10 release schedule; Ubuntu release list; Ubuntu Server package-management documentation; Ubuntu Core 26 release notes; Ubuntu release announcement archive.

Keep reading